Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Udayana melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Ngis, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Sabtu (05/12/2020). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diisi dengan pelayanan kesehatan masyarakat, pelayanan kesehatan ternak/hewan, pendampingan desa wisata, serta pendampingan penataan lingkungan berbasis tanaman upakara.
 Ketua LPPM Universitas Udayana Prof. I Gde Rai Maya Temaja menuturkan, LPPM Universitas Udayana rutin melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dan diseminasi hasil-hasil penelitian yang ditujukkan untuk masyarakat. Meskipun dilaksanakan di tengah pandemi, pihaknya tetap melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mengikuti protokol kesehatan. “Walaupun sedang dalam keadaan pandemi, namun kita tetap melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dalam jumlah terbatas dengan grup-grup kecil. Jadi, kita menyebar serta tidak lupa mengikuti protokol kesehatan,” jelasnya.
Pelayanan kesehatan masyarakat dilakukan dengan mengajak masyarakat cek kesehatan di Kantor Desa Ngis. Jarak antar masyarakat yang melakukan cek kesehatan diatur sesuai protokol kesehatan, wajib masker dan cuci tangan, serta penggunaan alat pelindung diri bagi petugas medis. Sementara itu, pelayanan kesehatan ternak/hewan dilakukan dengan mengunjungi rumah-rumah warga untuk memberikan pendampingan pemeliharaan ternak/hewan yang baik. Tim LPPM Universitas Udayana turut menyiapkan tanamanan upakara untuk ditanam di sejumlah titik di wilayah desa.

     

Masyarakat dan tokoh adat Desa Ngis sendiri berkomitmen mengembangkan desanya menjadi desa wisata. Oleh karena itu, LPPM Universitas Udayana memberikan pendampingan kepada masyarakat untuk mengembangkan desa wisata, termasuk pengelolaan budidaya komoditas unggulan desa tersebut. “Tentu pendampingan kami tidak hanya sampai hari ini saja. Pendampingan tetap akan kami lakukan dengan kerjasama lebih lanjut dalam perancangan master plan desa wisata, melalui pengabdian LPPM kami selanjutnya, maupun Kuliah Kerja Nyata (KKN),” lanjut Prof. Rai. 
 I Made Parwata, Perbekel Desa Ngis mengatakan, pihaknya saat ini sedang memprioritaskan pengembangan desa wisata. Hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah agar desa mampu memanfaatkan dana desa untuk pengembangan desa wisata. Masyarakat desa setempat tahun ini telah membangun akses jalan menuju tempat wisata yang mereka beri nama Bukit Bulgari. Ke depan akan dibangun fasilitas pendukung serta manajemen pengelolaannya.
Ia menambahkan, kakao merupakan komoditas tanaman unggulan yang menjadi potensi Desa Ngis. Hampir 65 persen lahan di desa ini ditanami kakao, namun masyarakat setempat mengalami kesulitan dalam pengelolaan, pemasaran, hingga pemeliharaannya, sehingga belum cukup maksimal memanfaatkan potensi yang dimilikinya. 



“Kami berharap dengan pendampingan dari LPPM Universitas Udayana dapat membantu kami mengembangkan Desa Ngis sebagai desa wisata, termasuk juga pembuatan master plan. Kami juga menyambut baik nantinya ada mahasiswa KKN di desa kami agar kami juga dibantu mengembangkan desa,” tambah I Made Parwata