Direktur DPPM Universitas Udayana Raih Penghargaan ISOI 2026, Tegaskan Peran Riset Kelautan bagi Masa Depan Indonesia
BADUNG — Direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Udayana, I Gede Hendrawan, S.Si, M.Si, Ph.D., meraih Indroyono Soesilo Award sebagai Peneliti dan Akademisi Kelautan Terbaik dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXII Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI) Tahun 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai pengakuan atas kepakarannya di bidang pemodelan laut (ocean modelling), sekaligus memperkuat peran akademisi Universitas Udayana dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi kelautan Indonesia.
Sumber: Edu Asia News
PIT XXII ISOI diselenggarakan pada 15–16 Oktober 2026 di Gedung Widya Sabha, Kampus Universitas Udayana, Jimbaran, Bali. Kegiatan tahunan ini diselenggarakan oleh ISOI bekerja sama dengan Universitas Udayana, dengan mengusung tema “Inovasi Teknologi untuk Mewujudkan Laut Lestari, Memperkokoh Resiliensi Iklim dan Keberlanjutan Pangan Biru.” Tema tersebut menegaskan pentingnya pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi dalam menjawab tantangan pengelolaan sumber daya kelautan, perubahan iklim, serta penguatan ketahanan pangan nasional.
Sumber: ISOI
Berdasarkan informasi resmi ISOI, pertemuan ilmiah ini menerima lebih dari 150 abstrak dan poster serta dihadiri lebih dari 300 peserta. Forum tersebut mempertemukan peneliti, akademisi, mahasiswa, perwakilan pemerintah, praktisi, dan pelaku industri kelautan untuk bertukar pengetahuan, mendiskusikan hasil penelitian, serta merumuskan gagasan dan rekomendasi strategis bagi pembangunan kelautan Indonesia.
Penyelenggaraan PIT XXII ISOI menjadi momentum penting bagi Universitas Udayana, tidak hanya sebagai institusi tuan rumah, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem penelitian yang berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan kelautan. Penghargaan yang diterima Direktur DPPM menjadi salah satu capaian yang menegaskan relevansi kepakaran akademisi dalam mendukung kemajuan riset dan pembangunan maritim nasional.
Indroyono Soesilo Award sebagai Pengakuan atas Kepakaran Kelautan
Indroyono Soesilo Award merupakan penghargaan bagi peneliti dan akademisi kelautan yang diberikan dalam rangkaian PIT XXII ISOI 2026. Pada penyelenggaraan tahun ini, penghargaan tersebut diberikan kepada I Gede Hendrawan dari Universitas Udayana, yang memiliki kepakaran di bidang pemodelan laut, serta Dr. Rima Rachmayani dari Institut Teknologi Bandung (ITB), yang diakui atas keahliannya dalam geologi kelautan dan paleo-oseanografi.
Penghargaan kepada I Gede Hendrawan menyoroti pentingnya pemodelan laut dalam memahami dinamika perairan dan mendukung pengelolaan wilayah pesisir secara berbasis sains. Pemodelan laut menjadi salah satu instrumen penelitian yang dapat membantu menjelaskan perubahan kondisi perairan, memahami interaksi laut dan iklim, serta mendukung penyediaan informasi ilmiah untuk kebutuhan pengelolaan sumber daya kelautan.
Dalam konteks tantangan perubahan iklim, kebutuhan terhadap pemantauan dan prakiraan kondisi laut semakin penting. Variabilitas iklim, termasuk fenomena El Niño, dapat berpengaruh terhadap kondisi lingkungan, distribusi ikan, hasil tangkapan nelayan, dan keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir. Oleh karena itu, penguatan riset oseanografi, observasi laut, pengembangan model prediktif, dan pemanfaatan data ilmiah menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan terhadap perubahan kondisi lingkungan.
Capaian ini juga membawa pesan bahwa kepakaran peneliti memiliki nilai strategis ketika pengetahuan yang dikembangkan dapat mendukung pengambilan keputusan dan menjawab persoalan nyata masyarakat. Bagi Universitas Udayana, penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk terus memperkuat kualitas penelitian, kolaborasi ilmiah, serta pemanfaatan hasil riset bagi pembangunan berkelanjutan.
Memperkuat Peran DPPM dalam Mendorong Dampak Penelitian
Sebagai unit yang menjalankan fungsi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di Universitas Udayana, DPPM memiliki peran strategis dalam mendorong ekosistem riset yang berkualitas, kolaboratif, dan berorientasi pada manfaat. Penghargaan yang diterima Direktur DPPM menjadi momentum untuk terus memperkuat budaya akademik, meningkatkan kapasitas peneliti, serta memperluas peluang kerja sama dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.
Dalam bidang kelautan, upaya tersebut dapat diwujudkan melalui penelitian yang mendukung pengelolaan wilayah pesisir, pemantauan kualitas lingkungan, kajian perubahan iklim, pengembangan teknologi kelautan, dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir. Hasil penelitian juga perlu dikomunikasikan dalam bentuk yang dapat dipahami oleh pemerintah, pelaku industri, komunitas, dan masyarakat sebagai dasar untuk merancang solusi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
PIT XXII ISOI memberikan gambaran bahwa dampak penelitian dapat diperluas melalui berbagai jalur, mulai dari publikasi dan pertukaran pengetahuan hingga penyusunan rekomendasi kebijakan, pengembangan teknologi, serta kegiatan yang melibatkan masyarakat. Kolaborasi lintas disiplin dan lintas sektor diperlukan agar pengetahuan ilmiah tidak berhenti pada tataran akademik, melainkan turut mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan ekosistem.
Penghargaan Indroyono Soesilo Award yang diraih I Gede Hendrawan, S.Si, M.Si, Ph.D., memperkuat pesan bahwa kepakaran akademisi Universitas Udayana memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu kelautan Indonesia. Capaian ini sekaligus menjadi dorongan bagi penguatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang mampu menjawab persoalan nyata, membangun kolaborasi, serta mendukung pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan.
Melalui penyelenggaraan PIT XXII ISOI di Universitas Udayana dan pencapaian akademisi dalam forum tersebut, diharapkan semakin terbuka peluang untuk memperkuat jejaring penelitian, meningkatkan pemanfaatan hasil riset, dan menghasilkan rekomendasi strategis bagi pembangunan maritim. Dengan demikian, penelitian kelautan dapat terus berkontribusi bagi terwujudnya laut yang sehat, ketahanan pangan dan energi yang lebih kuat, serta kesejahteraan masyarakat pesisir Indonesia.
Sumber Referensi
- ISOI — Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXII Tahun 2026
- EnviroNews Asia — Indonesia Turns to Ocean Science for Food and Energy Security
- Edu Asia News — From the Sea to Food, Energy and the Economy: Key Messages from the 22nd ISOI Annual Scientific Meeting



Universitas Udayana